Rabu, 29 Februari 2012

6 KAPAL PERANG RI EKS PERANG DUNIA II

Location: Jakarta Capital Region, Indonesia


     Perang Dunia ke-2 memang sudah menjadi bagian sejarah dunia, termasuk kendaraan perang yang digunakan pada operasi militer dulu, khususnya armada kapal perang yang digunakan saat operasi  pasukan sekutu ke Normandy "Operation D-Day" melawan Jerman, dan ada juga bertugas di wilayah Pasifik melawan Jepang.

Formasi Kapal Republik Indonesia
    Ada cerita menarik mengenai kapal-kapal perang tua yang dimiliki TNI-AL yang pernah menjadi saksi bisu sejarah, diantaranya:

- KRI Teluk Langsa (eks USS Solano County (LST-1128)),




Pernah aktif pada era PD II terutama di wilayah pasifik: Guam - Philiphine - Japan. Menariknya kapal ini pernah beroperasi kembali bersama armada US NAVY thn 2005 saat bencana Tsunami di Aceh.


KRI Teluk Kau-504 (eks USS LST-652)



KRI Teluk Tomini-508 (eks USS Bledsoe County (LST-356))


 Battle Star di PD II; ikut serta dalam "Operation Husky" (invasi ke pulau Sisilia) dan juga operasi di pantai Normandia (tidak ikut dalam 'Operation Neptune' tapi ikut serta pada operasi selanjutnya di daerah itu).


  KRI Teluk Ratai-509 (eks USS LST-678 dan eks USS Presque Isle (APB-44))




 battle stars for World War II. Aktif di pasifik (Japan ) dan ikut serta pada "Iwo Jima operation" dan "Okinawa Gunto operation"


KRI Teluk Saleh-510 (eks USS Clarke County (LST-601))


Battle Star di PD II, Six campaign stars and two Meritorious Unit Commendations for Vietnam War service; Ikut serta dalam 'Operation Dragoon' di Selatan Perancis di PDII. Dan selanjutnya di beberapa operasi di perang Vietnam.
 
KRI Teluk Bone-511 (eks USS Iredell County (LST-839)).


 1 battle stars (World War II) 9 campaign stars, Presidential Unit Citation, Navy Unit Commendation, Navy Meritorious Unit Commendation (Vietnam); Aktif di pasifik (Saipan - Okinawa) pada PD II dan juga pada perang Vietnam.

- KRI Teluk Bayur 502  (ex-USS LST 616) (Pensiun dan telah dihancurkan)


 1 Battle Star di PD II. Awalnya aktif di Eropa tapi kemudian dialihkan ke front pasifik (Japan - China) dan ikut serta pada "Okinawa Gunto operation".

  Kapal-kapal tua TNI ini masih aktif berlayar dan berjasa terhadap keamanan laut di garis terdepan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Namun sayang, usianya yang sudah sangat uzur membuat mereka harus segera pensiun serta diganti dengan kapal generasi penerus yang masih muda dan lebih baik.

  Menurut Kepala Staf TNI-AL, Laksamana Madya Soeparno, ada satu KRI yang akan dijadikan sasaran tembak dari enam kapal LST (Landing Ship Tank) eks AS yang akan dipensiunkan dan akan digantikan kapal-kapal baru buatan dalam negeri, yaitu:

Semua kapal tersebut merupakan kapal bekas berumur 60-70 tahun yang dulunya milik angkatan laut Amerika Serikat dan terbilang cukup bersejarah. Kapal-kapal tersebut pernah menjadi bagian dari operasi  overlord (D-Day 6 juni 1944) di masa Perang Dunia II, dimana operasi tersebut merupakan penyerbuan  laut terbesar dalam sejarah manusia.

Normandy Map @WWII


     Pendaratan pasukan sekutu di daerah Normandia, Perancis, melibatkan setidaknya 7.000 kapal dan 12.000 pesawat untuk mengangkut hampir 160.000 pasukan pada 6 Juni 1944 tersebut dan lebih dari 3.000.000 tentara sekutu hingga akhir bulan Agustus diseberangkan ke Perancis melewati selat channel untuk menembus garis pertahanan Jerman (NAZI).

konvoi Kapal perang sekutu 6 Juni 1944
     Pertempuran selama 2 bulan ini berakhir dengan jatuhnya kantung falaise dan bebasnya Perancis dari pendudukan Jerman. Mungkin bagi yang pernah menonton film 'Saving Private Ryan' (1998) memiliki gambaran bagaimana sengitnya pertempuran antara pasukan sekutu dan pasukan Jerman. Di film tersebut, yang menjadi latar adalah pantai Omaha, Normandia.



Pasukan Sekutu tiba di pantai Omaha, 6 Juni 1944
     Kembali mengenai KRI yang akan dijadikan sasaran tembak rudal yakhont tadi, TNI-AL sudah memberikan kabar mengenai rencana tersebut kepada Angkatan Laut Amerika Serikat (US Navy). Maksud  dari pihak TNI-AL adalah memberikan kesempatan kepada pihak AS apakah ingin membelinya kembali untuk dimuseumkan mengingat nilai historisnya.

Pendaratan Pasukan Sekutu di Normandia
Namun akhirnya walaupun dengan berat hati, Amerika Serikat menyetujui kapal tersebut untuk dihancurkan karena biaya untuk pengembalian ke AS yang cukup besar dan bagaimanapun kapal tersebut sudah menjadi milik Indonesia sehingga AS menyerahkan sepenuhnya kepada Indonesia, nasib terhadap kapal-kapal tua tersebut.

Banyak warga AS maupun negara-negara yang dulu tergabung dalam pasukan sekutu seperti Inggris, Perancis, dll terkejut bahwa masih ada kapal perang eks penyerbuan Normandia yang berlayar  sampai sekarang. 

     Hingga kini, para pelaut Amerika pun tetap memberikan penghormatan terhadap KRI eks penyerbuan Normandia ini. Suatu ketika di perairan Indonesia KRI Teluk Tomini berpapasan dengan armada kapal laut Amerika. Mengetahui kapal yang mereka temui adalah kapal yang bersejarah bagi mereka, para awak kapal Amerika langsung naik keatas kapal dan membentuk formasi parade memberikan penghormatan layaknya seorang junior yang memberikan hormat kepada seniornya.

Penghormatan di US Army Green Beret
     Harapan saya agar mereka lebih baik dimuseumkan saja, agar masyarakat dapat melihat historh dari kapal-kapal tersebut dan tentu saja masyarakat akan bangga bahwa kapal-kapal tua itu adalah saksi bisu Perang Dunia II. Semoga saja, Insyaallah... :D

source: http://pawzpawz.blogspot.com/

Sabtu, 04 Februari 2012

KAPAL PERANG KRI DEWARUCI, KAPAL LEGENDARIS KEBANGGAAN BANGSA INDONESIA

Location: Jakarta Capital Region, Indonesia

KRI Dewaruci adalah kapal latih bagi taruna/kadet Akademi Angkatan Laut, TNI AL. Kapal ini berbasis di Surabaya dan merupakan kapal layar terbesar yang dimiliki TNI Angkatan Laut. Nama kapal ini diambil dari nama dewa dalam kisah pewayangan Jawa, yaitu Dewa Ruci.

Sejarah

Kapal berukuran 58,5 meter dan lebar 9,5 meter dari kelas Barquentine ini dibangun di H.C. Stulchen & Sohn Hamburg, Jerman dan merupakan satu-satunya kapal layar tiang tinggi produk galangan kapal itu pada 1952 yang masih laik layar dari tiga yang pernah diproduksi. Pembuatan kapal ini dimulai pada tahun 1932, namun terhenti karena saat Perang Dunia II galangan kap`l pembuatnya rusak parah. Kapal tersebut akhirnya selesai dibuat pada tahun 1952 dan diresmikan pada tahun 1953.
     Dewaruci dibuat pada tahun 1952 oleh H.C. Stulchen & Sohn Hamburg, Jerman Barat, pertama diluncurkan pada tanggal 24 Januari 1953, dan pada bulan Juli nya dilayarkan ke Indonesia oleh taruna AL dan kadet ALRI. Setelah itu KRI Dewaruci yang berpangkalan di Surabaya, ditugaskan sebagai kapal latih yang melayari kepulauan Indonesia dan juga ke luar negeri.